PERANAN PAK BERBASIS MULTIKULTURAL DALAM MENANGANI LONJAKAN KASUS HIV/AIDS

DI KALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA KOTA KUPANG

Penulis

  • APRILIATUS LAISKODAT IAKN Kupang

DOI:

https://doi.org/10.52960/a.v6i1.787

Kata Kunci:

HIV/AIDS; Pendidikan Agama Kristen; Multikultural

Abstrak

PAK berbasis multikultural merupakan pendekatan strategis dalam merespons lonjakan kasus HIV/AIDS di kalangan pelajar dan mahasiswa Kota Kupang yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan reproduksi, meningkatnya perilaku berisiko, pengaruh media digital yang tidak terkontrol, serta kompleksitas interaksi lintas budaya dalam masyarakat majemuk. Permasalahan utama yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga mencakup lemahnya pembentukan karakter, minimnya kesadaran moral, serta masih kuatnya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di lingkungan pendidikan dan sosial. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pendidikan nilai keagamaan dengan realitas sosial yang dihadapi generasi muda. Melalui metode kualitatif-konseptual berbasis kajian literatur teologis, pendidikan, dan sosial, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Kristen berbasis multikultural dalam membangun kesadaran preventif, sikap dialogis, dan transformasi nilai yang kontekstual dalam menghadapi persoalan HIV/AIDS. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana PAK dapat memperkuat ketahanan moral, membentuk identitas Kristiani yang inklusif, serta menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial peserta didik. Pendekatan multikultural menekankan penghargaan terhadap keberagaman, penolakan stigma terhadap ODHA, penguatan solidaritas lintas budaya, serta pemberdayaan generasi muda sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Dengan mengedepankan model edukasi holistik yang berfokus pada pembentukan karakter sejak dini, refleksi kritis, tanggung jawab sosial, dan evaluasi berkelanjutan, penelitian ini menegaskan bahwa PAK berbasis multikultural relevan dan berkelanjutan dalam membentuk peserta didik yang bermoral, bertanggung jawab, serta peduli terhadap kehidupan bersama dalam masyarakat yang majemuk.

Referensi

Banks, J. A., & Banks, C. A. M. (2019). Multicultural education: Issues and perspectives (10th ed.). Wiley.

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Bustan, M. (2015). Perilaku risiko HIV/AIDS pada remaja: Kajian psikososial dan pendidikan kesehatan. Rajawali Pers.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Denzin, N. K. (2012). Triangulation 2.0. Journal of Mixed Methods Research, 6(2), 80–88. https://doi.org/10.1177/1558689812437186

Hendriks, J. (2017). Teaching to change lives: Seven proven ways to make your teaching come alive. Zondervan.

Jabareen, Y. (2009). Building a conceptual framework: Philosophy, definitions, and procedure. International Journal of Qualitative Methods, 8(4), 49–62. https://doi.org/10.1177/160940690900800406

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan situasi perkembangan HIV/AIDS dan IMS di Indonesia. Kemenkes RI.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang. (2025). Laporan perkembangan kasus HIV/AIDS Kota Kupang Januari–September 2025. KPA Kota Kupang.

Mamesah, M. (2021). Pendidikan Agama Kristen berbasis multikultural sebagai pendekatan pembentukan karakter. Jurnal Pendidikan Kristen, 3(1), 45–60.

Mulyana, D. (2021). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosdakarya.

Siahaan, H. E. R. (2020). Teologi Imago Dei dan martabat manusia dalam masyarakat plural. Jurnal Teologi Kontekstual, 5(2), 123–137.

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.

UNAIDS. (2023). Global HIV & AIDS statistics — Fact sheet. UNAIDS.

UNICEF. (2021). HIV and AIDS in adolescents. UNICEF.

World Health Organization. (2022). HIV-related stigma and discrimination: Global evidence and actions. WHO.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-05-19

Terbitan

Bagian

Artikel